Dalam rancangan pembangunan jangka panjang Departemen Pendidikan Nasional 2005-2025, digunakan empat tema strategis Pendidikan yaitu: Peningkatan kapasitas dan modernisasi, penguatan dan pelayanan, daya saing regional dan daya saing internasional.
Setiap tema strategis pembangunan Pendidikan jangka panjang tersebut diturunkan dalam program kerja Departemen sesuai kebijakan pembangunan jangka menengah yang menekankan pada tiga tantangan utama yaitu: 1) pemerataan dan perluasan akses, 2) peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, 3) peningkatan tata kelola,
akuntabilitas dan citra publik.
Menyadari bahwa pembangunan bangsa perlu memperhatikan perwujudan kualitas manusia sebagai kekuatan dasar untuk mencapai tujuan pembangunan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif mutu pendidikan kita ketahui bersama bahwa peningkatan mutu pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait satu sama lain. Faktor-faktor tersebut merupakan subsistem, dalam rangka pengembangan yang menuntut suatu perubahan atau penyesuaian antar subsistem tersebut. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi suatu mutu hasil akhir kinerja baik itu faktor internal input, ekternal input maupun proses. Faktor-faktor ini merupakan faktor dominan sehingga harus secara sungguh-sungguh dapat diidentifikasi dan dirumuskan agar menjadi faktor pendorong akan mutu kinerja yang diinginkan.
Pencapaian mutu kinerja sebagai sekolah bertaraf internasional, dapat terlihat pada perspektif variabel SMK bertaraf internasional yang mengemukakan 12 profil sekolah bertaraf internasional yang akan dikemukakan pada laporan ini.
Tujuan program pendampingan sekolah bertaraf internasioanal pada SMK Negeri I Makale Sulawesi selatan adalah:
Melakukan pengkajian terhadap aspek-aspek pokok yang menjadi sumber permasalahan sebagai prioritas pembinaan/ pendampingan bagi sekolah dalam rangka mencapai SMK bertaraf internasional.
Terbentuknya etika kerja profesional dan kemandirian dalam melaksanakan kegiatan/program secara berkesinambungan dalam mencapai SMK bertaraf internaional.
Melaksanakan penyusunan rencana peningkatan kinerja sekolah secara tersistem sehingga dapat mencapai SMK bertaraf internasional.
Adapun yang menjadi sasaran prioritas pembinaan adalah:
SMK Negeri I Makale Sulawesi Selatan Tlp. 0423-24171
email :
smkn1mkl@yahoo.co.id
Pembinaan tahap 1 melibatkan seluruh unsur tekait dalam pencapaian program SBI, yaitu:
Kepala Sekolah
Wakil kepala sekolah bidang Kurikulun dan staf terkait
Wakil kepala sekolah bidang Hubungan Industri dan staf terkait
Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan staf terkait
Wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dan staf terkait
Wakil Manajemen Mutu
ISO 9001:2000 dan staf terkait
Kepala program studi teknik mekanik otomotif
Kepala program studi teknik komputer jaringan
Guru produktif teknik mekanik otomotif
Tim pendamping TEDC Bandung
Komponen program pembinaan yang dilakukan adalah:
Quality Assurance SMM -
ISO 9001:2000
4 mata pelajaran (selain bahasa Inggris ) disajikan dalam bahasa inggris
Teaching Factory
Bengkel Standar (Standard Training Workshop)
Bengkel Advance (Advance Training Workshop)
Lingkungan dan Kultur Sekolah
Ada orang asing untuk parter komunikasi
Partner Indusrtri/partner asing
Lulusan bekerja di luar negeri
Score TOEIC lebih besar dari 400
Program ICT
Sertifikasi Internasional dan TUK
Pada tahap awal dilakukan konsolidasi tugas dengan unsur sekolah dan meminta sekolah membentuk tim kerja berupa panitia penyusunan program tindak lanjut Sekolah Bertaraf Internasional.
Unsur yang terlibat diberikan penjelasan tentang 12 prioritas pembinaan dan juga materi pendukung yang berkaitan langsung dengan percepatan pencapaian kinerja SBI. Kegiatan presentasi dilanjutkan dengan tanya jawab dan sumbang saran tentang SBI.
Kegiatan ini dilakukan dengan membahas setiap kegiatan yang telah dan belum terlaksana di sekolah. Dan dilakukan analisis bedah masalah terhadap profil SBI yang ditetapkan. Faktor pendukung dan penghambat yang dominan dijadikan pedoman dalam menetapkan rencana program tindak lanjut pencapaian kinerja SBI oleh sekolah.
Untuk penyusunan program tersebut melibatkan semua unsur terkait sesuai kelompok bidang garapan dan tupoksi staf terkait. Namun tetap memperhatikan urutan prioritas serta kesiapan sumber daya yang ada.
Program yang telah disusun oleh setiap kelompok kerja yang telah dibentuk selanjutnya dipresentasikan untuk memperoleh masukan dalam rangka validasi dan penajaman kinerja program.
Komitmen dari unsur top manajemen dan seluruh unsur manajemen terkait dan perwakilan staf / guru merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu kesepakatan akhir haruslah dipahami dan dijadikan acuan oleh semua pihak di sekolah dan kepada manajemen puncak diharapkan melakukan pengendalian secara maju berkelanjutan.
Berdasarkan hasil diskusi dan tinjauan situasi kondisi nyata di SMK maka diperoleh potret kinerja adalah:
Quality Assurance SMM - ISO 9001:2000
Sertifikasi
ISO 9001:2000 belum diperoleh Sekolah. Saat ini sedang tahap proses implementasi di sekolah.
Sistem Manajemen Mutu diimplementasikan di sekolah. Perangkat dokumen SMM-
ISO 9001:2000 sedang dikerjakan dan diterapkan diberbagai unit kerja. Pedoman Mutu, Prosedur Operasional Standar, Instruksi Kerja, Form implementasi
ISO telah dibuat. Pada tahap pendampingan tahap I, seluruh dokumen tersebut sudah dibuat secara keseluruhan sesuai dengan tuntutan pasal-pasal
ISO 9001:2000. Saat ini sedang persiapan untuk Eksternal audit yang direncanakan pada bulan Desember 2006.
Empat mata pelajaran (selain bahasa Inggris) disajikan dalam bahasa inggris. Kompetensi yang telah menggunakan bahasa inggris yaitu 1 (satu) kompetensi " main engine components and function” yang diimplementasikan dalam bentuk modul berbahasa inggris. Sedangkan penyajaian KBM dalam bahasa inggris dalam tahap persiapan yang akan diimplementasikan pada kelas khusus SBI. Standar pembelajaran dengan penekanan berpusat pada peserta didik belum sepenuhnya dilaksanakan. Score TOEIC bagi guru produktif minimal 550 juga belum tercapai.
Teaching Factory telah direncanakan dalam program kerja tahunan sekolah dan sebagai wujud implementasinya telah dilakukan penyiapan pemenuhan fasilitas fisik bengkel dan beberapa peralatan standar yang mengacu pada standar industri otomotif. Untuk pemahaman tentang teaching factory 8 orang guru bidang studi otomotif akan melakukan study banding ke industri otomotif yang berskala internasional antara lain Toyota Astra Int, Astra Honda Motor, dan Daihatsu Motor Makassar.
Bengkel Standar (Standard Training Workshop)
Bengkel Advance (Advance Training Workshop)
Lingkungan dan Kultur Sekolah
Ada orang asing untuk partner komunikasi
Partner Indusrtri/partner asing
Lulusan bekerja di luar negeri
Score TOEIC lebih besar dari 550
Program ICT
Sertifikasi Internasional dan TUK
Demikian laporan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pendampingan program tindak lanjut.